Van Der Sar Tolak MU Karena Ada Satu Alasan

 

Twijournal.com – Sudah bukan rahasia lagi jika Manchester United saat ini sedang membutuhkan seorang Direktur Olahraga Sepak Bola yang bisa mengatur kebijakan transfer mereka. Ya, cara prekrutan pemain baru yang dilakukan manajemen MU memang mendapatkan kritikan yang begitu keras dari publik Old Trafford. Sebab dari lima musim terakhir MU tidak mendapatkan pemain-pemain yang tepat dan justru harus mengalami kerugian besar dikarenakan pemain yang didatangkan dengan harga super mahal justru melempem sehingga membuat klub harus melepasnya.

Beberapa contoh kasus dari transfer buruk yang dilakukan MU seperti, Angel Dimaria, Radamel Falcao, Bastian Shiweinsteiger, Memphis Depay, Romelu Lukaku dan juga Alexis Sanchez. Dari semua pemain bintang tersebut mereka harus gagal menjadi bintang masa depan di Manchester United.

Nah, para petinggi MU dikabarkan sudah mengincar satu sosok yang dinilai tepat untuk menjadi juru transfer MU. Sosok tersebut adalah Edwin Van Der Sar yang merupakan mantan kiper legendaris MU. Edwin Van Der Sar sudah memberikan kehebatannya sebagai juru transfer ketika menangani Ajax Amsterdam, pria asal Belanda tersebut berhasil membuat Ajax disini dengan pemain-pemain muda berbakat seperti David Neres, Matthijs De Ligt dan juga Frankie De Jong. Tangan dingin Van Der Sar pun dinilai membuat pemilik MU tertarik untuk memakai jasanya musim depan.

Akan tetapi menurut  Ian McGarry jika langkah MU untuk menggaet Van Der Sar tidaklah mudah sebab. Mantan kiper nomor satu timnas Belanda itu ragu untuk kembali ke Old Trafford sebab dia merasa ruang geraknya tidak akan sebebas di Ajax Amsterdam untuk menentukan perekrutan pemain baru.

MU sendiri dinilai terlalu banyak memperkerjakan pemandu bangkat dan lima kepala untuk menentukan penandatangan pemain baru di Old Trafford. Alasan tersebutlah yang membuat Van Der Sar enggan kembali bergabung dengan MU.

”Edwin Van Der Sar tertarik untuk kembali ke United, namun dia merasa tidak mungkin bekerja disana dengan lima kepala perekrutan pemain. Dia tidak akan bekerja dengan maksimal jika ruang geraknya terlalu sempit dengan adanya para kepala prekrutan pemain.” ungkap Ian McGarry.